Stay informed about the latest developments in the cheerleading community

SHNet, Jakarta-Kejuaraan Daerah (Kejurda) Cheerleading DKI Jakarta sukses diselenggarakan sebagai ajang kompetisi dan pembinaan bagi atlet-atlet muda cheerleading di DKI Jakarta. Mengusung semangat “ELEVATE JAKARTA”, kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan, sportivitas, dan semangat kolaborasi melalui olahraga cheerleading. Sebanyak kurang lebih 250 atlet dari berbagai sekolah dan komunitas cheerleading di DKI Jakarta turut berpartisipasi dan menampilkan performa terbaik mereka dalam kompetisi yang berlangsung penuh semangat dan antusiasme. Acara dibuka secara meriah melalui penampilan tarian daerah sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya Indonesia serta simbol semangat persatuan dalam keberagaman. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh perwakilan dari unsur pemerintah daerah, pendidikan, olahraga, serta jajaran organisasi terkait. Kejuaraan Daerah ini merupakan bagian dari program kerja ICA (Indonesian Cheer Association) Provinsi DKI Jakarta sebagai bentuk komitmen dalam mendukung perkembangan dan pembinaan olahraga cheerleading di tingkat daerah. Kegiatan ini dipimpin oleh Ressa Rizky Mutiara Hadi selaku Ketua ICA DKI Jakarta, yang juga Dosen Institut Media Digital Emtek dan Maharani Prabandari Wibowo selaku Ketua Pelaksana acara. Dalam sambutannya, Ibu Diana Dewi selaku Ketua KORMI DKI Jakarta menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan olahraga cheerleading di Jakarta yang terus menunjukkan pertumbuhan positif, khususnya dalam pembinaan generasi muda yang aktif, disiplin, dan berprestasi. Melalui kompetisi ini, para atlet terbaik yang telah berkompetisi diharapkan dapat melanjutkan perjuangannya ke jenjang Kejuaraan Nasional dan membawa nama Jakarta untuk berprestasi di tingkat yang lebih tinggi. Kejuaraan Daerah Cheerleading DKI Jakarta diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang tidak hanya melahirkan atlet-atlet potensial, tetapi juga memperkuat ekosistem olahraga rekreasi dan prestasi di DKI Jakarta. Melalui semangat ELEVATE JAKARTA, acara ini menjadi simbol semangat generasi muda untuk terus bertumbuh, berprestasi, dan mengangkat nama Jakarta ke tingkat yang lebih tinggi. Jadi Kebanggaan Sementara mantan altet cheerleading, Ressa Rizky Mutiara mngatakan, sebelum kejurda ada ICA CUP, Setelah Kejurda ini, kita akan melangkah menuju Kejuaraan Nasional, dan tentunya menjadi kebanggaan bagi kita semua karena DKI Jakarta akan menjadi tuan rumah. Semoga ini menjadi semangat bersama untuk terus menghadirkan kompetisi yang berkualitas, sportif, dan membanggakan. “Terima kasih kepada para pelatih tercinta, panitia tercinta, sponsor, juri, tenaga medis, dan seluruh pendukung acara yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini,” kata Ressa. (sur) Source : https://www.sinarharapan.net/kejurda-cheerleading-dki-sukses-digelar/

Ratusan atlet muda turut meramaikan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Cheerleading DKI Jakarta 2026 yang berlangsung pada Sabtu (9/5/2026). Kompetisi ini menjadi salah satu langkah pembinaan atlet cheerleading di Jakarta sekaligus ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan para pelatih, official, dan penonton yang hadir. Mengusung tema “ELEVATE JAKARTA”, ajang ini diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah dan komunitas cheerleading di DKI Jakarta. Selama kompetisi berlangsung, para atlet menampilkan koreografi, teknik, dan kekompakan tim dengan penuh semangat. Selain pertandingan, acara juga dimeriahkan dengan penampilan seni budaya daerah yang menjadi simbol keberagaman dan semangat persatuan. Antusiasme peserta dan pendukung turut menciptakan suasana kompetisi yang meriah sejak awal hingga akhir kegiatan. Ketua ICA DKI Jakarta, Ressa Rizky Mutiara Hadi, menyampaikan bahwa Kejurda menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet cheerleading di tingkat daerah. Menurutnya, kompetisi tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga membangun karakter disiplin, kerja sama, dan sportivitas bagi generasi muda. “Kami berharap kegiatan ini dapat terus menjadi wadah positif bagi atlet-atlet muda untuk berkembang dan semakin percaya diri dalam mengejar prestasi,” ujar Ressa. Dukungan terhadap perkembangan cheerleading di Jakarta juga datang dari berbagai pihak, termasuk organisasi olahraga dan komunitas terkait. Kejuaraan ini diharapkan mampu melahirkan atlet potensial yang nantinya dapat bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Sebagai agenda pembinaan tahunan, Kejurda Cheerleading DKI Jakarta diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan ekosistem olahraga cheerleading sekaligus memperkuat minat generasi muda terhadap olahraga prestasi.

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) sukses menggelar Rapat Anggota Tahunan yang menghasilkan sejumlah keputusan strategis, mulai dari penambahan anggota baru hingga peluang besar Indonesia menjadi tuan rumah ajang olahraga dunia. Dalam rapat yang dihadiri 72 anggota tersebut, disepakati secara aklamasi penerimaan dua cabang olahraga baru sebagai anggota resmi NOC Indonesia, yakni Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI) dan Indonesian Cheer Association (ICA). Dengan penambahan tersebut, jumlah anggota NOC Indonesia kini menjadi 74 cabang olahraga. Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari mengatakan bergabungnya dua cabang olahraga baru itu menjadi gambaran perkembangan olahraga nasional yang semakin dinamis. Menurut Okto, sapaan akrab Raja Sapta Oktohari, tingginya minat masyarakat terhadap olahraga padel menjadi salah satu alasan penting diterimanya PB PI sebagai anggota baru, terlebih cabang olahraga tersebut juga akan dipertandingkan pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. “Hari ini, di Rapat Anggota, kita telah menerima dua anggota baru yaitu Indonesian Cheer Association dan juga PB Padel Indonesia atas persetujuan dari 72 anggota. Untuk padel, kami sudah lebih dulu menjalin komunikasi, termasuk saat pertemuan dengan federasi internasional di Lausanne bersama Presiden Padel dunia. Ini membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan, termasuk di tingkat Asia,” ujar Okto dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 9 Mei 2026. Selain agenda keanggotaan, rapat anggota juga diisi pelantikan Ilham Khadiri beserta tim, termasuk Nita Zubir sebagai bagian dari National Olympic Academy. Legenda renang Indonesia Richard Sambera turut memberikan paparan terkait berbagai program dan inisiatif strategis NOC Indonesia ke depan. Dalam forum tersebut, NOC Indonesia juga menerima berbagai aspirasi dari cabang olahraga terkait penyelenggaraan event internasional di Indonesia. Beberapa agenda yang dibahas di antaranya rencana kejuaraan angkat besi pada akhir tahun serta Open Championship open water aquatic di Bali yang akan diikuti peserta dari berbagai negara. Salah satu sorotan utama dalam rapat kali ini adalah tawaran langsung dari Presiden Alliance of Independent Recognised Members of Sport (AIMS), Stephan Fox, kepada Indonesia, khususnya Jakarta, untuk menjadi tuan rumah World Combat Games 2027. Menurut Okto, tawaran tersebut memiliki nilai strategis besar bagi perkembangan olahraga nasional karena ajang tersebut juga dapat menjadi bagian dari jalur kualifikasi Olimpiade untuk sejumlah cabang olahraga bela diri. “Yang menarik, jika Indonesia siap menjadi tuan rumah World Combat Games, maka proses kualifikasi Olimpiade dari beberapa nomor cabang olahraga bela diri akan dilaksanakan di Indonesia. Artinya, event ini tidak hanya sekadar kejuaraan, tetapi juga menjadi bagian dari jalur resmi menuju Olimpiade,” ucap Okto. Okto menegaskan peluang tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui komunikasi intensif dengan berbagai pihak, terutama pemerintah, guna memastikan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah. “Ini peluang yang sangat besar. Kami berharap mendapat dukungan penuh dari seluruh stakeholder, karena ini bukan hanya tentang penyelenggaraan event, tetapi juga positioning Indonesia dalam peta olahraga dunia,” tutur Okto.

Iklan - Scroll untuk MelanjutkanBaca artikel IDN Times lainnya di IDN AppInstallForYouIklanin di IDN#BerhajiINSIDENESIA#LokalBerdayaProfil DokterQuizCategoryHomeNewsBusinessSportTechHypeKoreaLifeHealthAutomotiveFoodTravelScienceMenIDN EcosystemEventsSportArenaKOI Sambut 2 Anggota Baru, Ada Cheerleader dan Padel10 Mei 2026, 00:08 WIBMargith Juita DamanikPenampilan cabor Cheerleading dalam pembukaan Rapat Anggota Tahunan Komite Olimpiade Indonesia 2026 (IDN Times/Margith Damanik)Intinya SihKOI resmi menerima dua cabang olahraga baru, yaitu cheerleader dan padel, sehingga total anggota NOC Indonesia kini mencapai 74 cabang olahraga.PB Padel Indonesia berpotensi menjadi tuan rumah ajang internasional setelah menjalin komunikasi dengan federasi padel dunia dan akan tampil di Asian Games 2026 Jepang.Raja Sapta Oktohari menyebut bergabungnya dua cabor ini mencerminkan dinamika positif olahraga nasional serta tingginya minat masyarakat terhadap padel dan cheerleading.Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)Jakarta, IDN Times - Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) resmi menerima dua cabang olahraga baru sebagai anggota. Mereka adalah cabang olahraga cheerleader dan padel. Indonesia Cheerleading Association (ICA) dan PB Padel Indonesia (PB PI) resmi bergabung sebagai anggota KOI dalam Rapat Anggota Tahunan NOC Indonesia yang berlangsung di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (9/5/2026). Keputusan untuk bergabungnya ICA dan PB PI ini dipastikan Okto sudah dengan persetujuan total 72 cabang olahraga yang bergabung dengan KOI. Ini membuat jumlah anggota NOC Indonesia bertambah menjadi 74 cabang olahraga. “Hari ini di rapat anggota, kita telah menerima dua anggota baru yaitu Indonesian Cheer Association dan juga PB Padel Indonesia atas persetujuan dari 72 anggota,” kata Okto. PB Padel Indonesia bergabung bukan tanpa tujuan. PB PI dipastikan akan mentas di Asian Games 2026 mendatang di Jepang. Selain itu, Okto, panggilan akrab Raja Sapta, juga menegaskan Padel Indonesia berpeluang menjadi tuan rumah ajang internasional. “Untuk padel, kami sudah lebih dulu menjalin komunikasi, termasuk saat pertemuan dengan federasi internasional di Lausanne bersama Presiden Padel dunia. Ini membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan, termasuk di tingkat Asia,” ujar Okto. Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, menyampaikan bahwa bergabungnya dua cabang olahraga ini merupakan refleksi dari perkembangan olahraga nasional yang semakin dinamis. Keduanya dianggap punya daya tarik tersendiri untuk masyarakat Indonesia. Tingginya animo masyarakat terhadap olahraga padel disebut menjadi salah satu faktor pendorong kedua cabor untuk bergabung dengan KOI. Catatan lainnya, ICA menambah banyak daftar cabor rekreasi Indonesia.

SportlinkNews - Komite Olimpiade Indonesia menetapkan dua cabang olahraga baru dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2026 di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu, 9 Mei 2026. Dalam rapat tersebut, Indonesia juga membuka peluang besar menjadi tuan rumah World Combat Games 2027. Dengan tambahan tersebut, jumlah anggota NOC Indonesia kini bertambah menjadi 74 cabang olahraga. Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengatakan masuknya dua cabang olahraga baru mencerminkan perkembangan olahraga nasional yang semakin dinamis. Menurutnya, padel menjadi salah satu olahraga yang berkembang pesat di Indonesia dan akan dipertandingkan pada Asian Games 2026. "Hari ini, di Rapat Anggota, kita telah menerima dua anggota baru yaitu Indonesian Cheer Association dan juga PB Padel Indonesia atas persetujuan dari 72 anggota," ujar Okto. Selain agenda keanggotaan, RAT NOC Indonesia juga diisi pelantikan Ilham Akbar Habibie beserta tim, termasuk Nita Zubir, sebagai bagian dari National Olympic Academy. Sementara legenda renang Indonesia, Richard Sam Bera, memaparkan sejumlah program strategis NOC Indonesia ke depan. Sejumlah cabang olahraga juga menyampaikan aspirasi terkait penyelenggaraan event internasional di Indonesia. Di antaranya rencana kejuaraan angkat besi akhir tahun serta Open Championship open water aquatic di Bali yang akan diikuti peserta dari berbagai negara. Namun sorotan utama dalam rapat kali ini datang dari tawaran Presiden Alliance of Independent Recognised Members of Sport (AIMS), Stephan Fox, yang menawarkan Indonesia, khususnya Jakarta, menjadi tuan rumah World Combat Games 2027. Okto menilai tawaran tersebut memiliki dampak strategis besar bagi olahraga nasional karena sejumlah nomor cabang olahraga bela diri akan menjadikan ajang itu sebagai bagian dari jalur kualifikasi Olimpiade. "Jika Indonesia siap menjadi tuan rumah World Combat Games, maka proses kualifikasi Olimpiade dari beberapa nomor cabang olahraga bela diri akan dilaksanakan di Indonesia," jelasnya. "Artinya, event ini tidak hanya sekadar kejuaraan, tetapi juga menjadi bagian dari jalur resmi menuju Olimpiade," tambah Okto lagi.

SKOR.id - Rapat Anggota NOC Indonesia 2026 selesai dilaksanakan pada Sabtu (9/5/2026) malam di Hotel Fairmont, Jakarta. Pada agenda tahunan tersebut, sejumlah keputusan penting yang dihasilkan. Mulai dari penambahan anggota baru hingga peluang besar Indonesia menjadi tuan rumah ajang olahraga dunia. Ya, Rapat Anggota NOC Indonesia 2026 secara aklamasi menyepakati penerimaan dua cabang olahraga baru sebagai anggota resmi, yaitu Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI) dan Indonesian Cheer Association (ICA). Dengan demikian, jumlah anggota NOC Indonesia sekarang bertambah menjadi 74 cabang olahraga. Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyampaikan bahwa bergabungnya dua cabang olahraga ini merupakan refleksi dari perkembangan olahraga nasional yang kian dinamis. Tingginya animo masyarakat terhadap olahraga padel disebut menjadi salah satu faktor pendorong, apalagi padel juga akan dipertandingkan di Asian Games 2026. “Hari ini, di Rapat Anggota, kami telah menerima dua anggota baru, yaitu Indonesian Cheer Association dan juga PB Padel Indonesia atas persetujuan dari 72 anggota," kata sosok yang akrab disapa Okto tersebut. "Untuk padel, kami sudah lebih dulu menjalin komunikasi, termasuk saat pertemuan dengan federasi internasional di Lausanne bersama Presiden Padel dunia. Ini membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan, termasuk di tingkat Asia,” lanjutnya. Selain agenda keanggotaan, Rapat Anggota juga diisi dengan pelantikan Ilham Khadiri beserta tim, termasuk Nita Zubir sebagai bagian dari National Olympic Academy (NOA). Sementara itu, legenda renang Indonesia Richard Sambera turut memberikan paparan terkait berbagai program dan inisiatif strategis NOC Indonesia ke depan. Pada kesempatan yang sama, NOC Indonesia juga menerima berbagai aspirasi dari perwakilan cabang olahraga terkait penyelenggaraan event internasional di tanah air. Beberapa agenda terdekat yang disampaikan antara lain rencana kejuaraan angkat besi pada akhir tahun serta Open Championship open water aquatic di Bali yang akan diikuti perenang dari berbagai negara. Namun, sorotan utama dalam Rapat Anggota kali ini adalah tawaran langsung dari Presiden Alliance of Independent Recognised Members of Sport (AIMS), Stephan Fox, kepada Indonesia, khususnya Jakarta, untuk menjadi tuan rumah World Combat Games 2027. Menurut Raja Sapta Oktohari, tawaran ini memiliki nilai strategis yang sangat besar bagi perkembangan olahraga nasional. “Yang menarik, jika Indonesia siap menjadi tuan rumah World Combat Games, maka proses kualifikasi Olimpiade dari beberapa nomor cabang olahraga bela diri akan dilaksanakan di Indonesia. Artinya, event ini tidak hanya sekadar kejuaraan, tetapi juga menjadi bagian dari jalur resmi menuju Olimpiade,” kata Okto. Dia menegaskan bahwa peluang ini akan segera ditindaklanjuti dengan komunikasi intensif bersama seluruh stakeholder, terutama pemerintah, guna memastikan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah. “Ini peluang yang sangat besar. Kami berharap mendapat dukungan penuh dari seluruh stakeholder, karena ini bukan hanya tentang penyelenggaraan event, tetapi juga positioning Indonesia dalam peta olahraga dunia,” sang Ketum memungkasi.

JAKARTA – Indonesian Cheer Association (ICA) dan Perkumpulan Besar Padel Seluruh Indonesia (PB PI) sudah resmi menjadi anggota baru dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia). Kedua federasi tersebut dinyatakan resmi bergabung dalam rapat anggota tahunan NOC Indonesia yang berlangsung di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 9 Mei 2026. Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari mengatakan bahwa padel dan pandu sorak (cheerleading) sudah resmi menjadi anggota mereka berdasarkan persetujuan secara aklamasi dari semua anggota NOC Indonesia. "Sehingga per hari ini anggota Komite Olimpiade Indonesia menjadi 74 cabang olahraga," ujar Okto, sapaan akrab Raja Sapta Oktohari, kepada awak media setelah rapat anggota selesai. Padel sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan NOC Indonesia meskipun belum menjadi anggota resmi. Itu dilakukan karena animo dari masyarakat terkait olahraga ini sedang tinggi-tingginya dalam satu-dua tahun terakhir. Kerja sama tersebut termasuk saat pertemuan dengan federasi internasional di Lausanne bersama presiden padel dunia, yang hasilnya membuka kesempatan Indonesia untuk menjadi tuan rumah ajang-ajang besar padel. "Padel Dunia memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah kegiatan-kegiatan mungkin yang ke depan ini ada Asia, yang berikutnya mungkin ada yang lebih besar lagi," kata Okto. Padel merupakan cabang olahraga baru yang akan dipertandingkan dalam pesta olahraga multicabang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, nanti dan masuk hitungan perebutan medali. Masuknya dua cabang olahraga tersebut menjadi bagian dari upaya KOI memperluas pembinaan olahraga nasional sekaligus membuka peluang bagi cabang-cabang yang sedang berkembang untuk tampil dalam kompetisi internasional. Kedua federasi tersebut selanjutnya akan menjalankan berbagai program kerja untuk membina dan mencetak atlet-atlet unggulan yang bisa mewakili Indonesia di ajang-ajang penting internasional, baik single event maupun multicabang. Tag: NOC Indonesia Ketum KOI Raja Sapta Oktohari

HARIANTERBIT.com - Dua cabang olahraga baru, padel dan cheerleading atau pemandu sorak, resmi masuk Komite Olimpiade Indonesia (KI) atau NOC Indonesia. Hal itu terjadi pada Rapat Anggota Tahunan 2026 di Jakarta yang menghasilkan sejumlah keputusan strategis untuk masa depan olahraga nasional, Sabtu, 9 Mei 2026. Selain menerima kedua cabang olahraga (cabor), dalam rapat mengemuka Indonesia juga mendapat peluang besar menjadi tuan rumah agenda olahraga internasional bergengsi. Dalam rapat yang dihadiri 72 anggota tersebut, Perkumpulan Besar Padel Indonesia dan Indonesian Cheer Association resmi diterima sebagai anggota baru NOC Indonesia. Baca Juga: Viral! Penampilan Moon Ga Young di Baeksang Arts Awards 2026 Curi Perhatian, Gaunnya Sangat Atraktif Penambahan ini membuat total anggota organisasi olahraga tersebut kini mencapai 74 cabang olahraga. Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyebut bergabungnya dua cabang olahraga itu menjadi bukti perkembangan olahraga Indonesia yang semakin terbuka terhadap tren olahraga global. Menurut Okto, sapaannya, olahraga padel memiliki prospek besar di Indonesia, terlebih cabang tersebut akan tampil dalam Asian Games 2026. “Untuk padel, kami sudah menjalin komunikasi dengan federasi internasional, termasuk saat bertemu Presiden Padel Dunia di Lausanne," ucap Okto. Baca Juga: Hasil Laga MPL ID Week 7 Day 2: AE Bungkam Dewa, RRQ dan Navi Terjebak di Dasar Klasemen Hal ini membuka peluang Indonesia menjadi tuan rumah berbagai event internasional di masa depan. Selain membahas keanggotaan baru, Rapat Tahunan NOC Indonesia 2026 juga menyoroti berbagai agenda olahraga internasional yang akan digelar di Indonesia. Sejumlah cabang olahraga menyampaikan rencana penyelenggaraan turnamen dunia, mulai dari kejuaraan angkat besi hingga kejuaraan terbuka water aquatic di Bali yang bakal diikuti peserta dari berbagai negara. Baca Juga: Shin Se Kyung Menang Aktris Pendukung Terbaik, Jadi Momen Paling Kontroversial di Baeksang Arts Awards 2026 Indonesia Dapat Tawaran Tuan Rumah Namun, sorotan utama dalam forum tersebut adalah tawaran kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah World Combat Games 2027. Tawaran itu disampaikan langsung oleh Presiden Alliance of Independent Recognised Members of Sport (AIMS), Stephan Fox. Okto menilai peluang tersebut sangat penting karena World Combat Games bukan sekadar event olahraga biasa. Ajang itu juga dapat menjadi bagian dari jalur kualifikasi Olimpiade untuk sejumlah cabang olahraga bela diri. Baca Juga: 3 Anak Down Syndrome Unjuk Gigi di Film Tanah Runtuh Dan Semua Akan Baik-Baik Saja “Kalau Indonesia menjadi tuan rumah World Combat Games, maka beberapa nomor kualifikasi Olimpiade cabang bela diri akan berlangsung di Indonesia. Ini tentu menjadi peluang besar untuk olahraga nasional,” kata Okto. Menurutnya, NOC Indonesia akan segera berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh stakeholder terkait guna membahas kesiapan Indonesia menjadi penyelenggara event olahraga dunia tersebut. “Ini bukan hanya tentang menjadi tuan rumah, tetapi bagaimana Indonesia bisa semakin diperhitungkan dalam peta olahraga internasional,” terang dia. Rapat Tahunan NOC Indonesia 2026 juga diramaikan dengan pelantikan Ilham Habibie beserta tim National Olympic Academy, termasuk Nirina Zubir.***

Indonesian Cheer Association (ICA) bergabung secara resmi menjadi anggota Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Keputusan ini disahkan dalam Rapat Anggota KOI 2026 oleh Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, yang berlangsung di Fairmont Hotel Jakarta, Sabtu (9/5/2026). Ketua Umum ICA, Dian Anggraini, menyebut bahwa pencapaian ini adalah hasil dari konsistensi pembinaan dan pengembangan atlet, juri, serta pelatih yang dilakukan ICA selama hampir dua dekade. "Bergabungnya ICA ke dalam keluarga besar KOI adalah pengakuan nyata bahwa cheerleading adalah olahraga prestasi yang menuntut disiplin dan sportivitas tinggi. Ini adalah pintu gerbang bagi atlet kita untuk mewujudkan mimpi membela Merah Putih di panggung Olimpiade," ujar Dian, dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/5/2026). Langkah ini selaras dengan kebijakan International Olympic Committee (IOC) yang telah mengakui International Cheer Union (ICU) sebagai induk organisasi cheerleading dunia pada 2021. Sebagai satu-satunya anggota resmi ICU di Indonesia, ICA kini memiliki landasan hukum untuk terus mendorong perkembangan potensi atlet di level nasional maupun internasional. Sekretaris Jenderal ICA, Diamant Yakhsyaa, bersama Ketua Bidang Program dan Pembinaan ICA, Dewanda Dwi Putera, memaparkan perjalanan organisasi dalam mengembangkan olahraga ini dengan teknik keamanan standar internasional sejak 2007. ICA tercatat telah menyelenggarakan Kejuaraan Nasional selama 15 tahun berturut-turut. Selain rutin melakukan sertifikasi bagi juri dan pelatih, ICA juga berpartisipasi dalam empat kali kejuaraan dunia. Prestasi yang diraih meliputi peringkat 3 dunia untuk kategori double hip hop (2023) dan peringkat 9 dunia untuk team cheer coed premier (2016), serta menjadi tuan rumah kejuaraan internasional selama 6 tahun.

Hops.ID - Komite Olimpiade Indonesia atau NOC Indonesia menuntaskan Rapat Anggota Tahunan di Ballroom Fairmont Jakarta dengan sejumlah agenda strategis untuk perkembangan olahraga nasional. Salah satu hasil utama dari rapat tersebut adalah bertambahnya dua cabang olahraga baru sebagai anggota resmi NOC Indonesia. Rapat yang dihadiri 72 anggota itu menyetujui secara aklamasi bergabungnya Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI) dan Indonesian Cheer Association (ICA). Penambahan tersebut membuat jumlah anggota NOC Indonesia kini menjadi 74 cabang olahraga. Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyebut masuknya padel dan cheerleading menjadi gambaran perkembangan olahraga di Indonesia yang terus bergerak dinamis. Padel dinilai mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk dari sisi partisipasi masyarakat. Selain popularitas yang terus meningkat, padel juga akan tampil pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Situasi itu membuat Indonesia mulai mempersiapkan diri agar mampu bersaing sekaligus mengambil peluang sebagai penyelenggara event internasional. “Hari ini, di Rapat Anggota, kita telah menerima dua anggota baru yaitu Indonesian Cheer Association dan juga PB Padel Indonesia atas persetujuan dari 72 anggota," ujar Okto, sapaan karib Raja Sapta Oktohari. "Untuk padel, kami sudah lebih dulu menjalin komunikasi, termasuk saat pertemuan dengan federasi internasional di Lausanne bersama Presiden Padel dunia," "Ini membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan, termasuk di tingkat Asia,” tambahnya.

Kejuaraan Daerah (Kejurda) Cheerleading DKI Jakarta sukses diselenggarakan sebagai ajang kompetisi dan pembinaan bagi atlet-atlet muda cheerleading di DKI Jakarta. Mengusung semangat “ELEVATE JAKARTA”, kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan, sportivitas, dan semangat kolaborasi melalui olahraga cheerleading, Sabtu (9/5/2026). Sebanyak kurang lebih 250 atlet dari berbagai sekolah dan komunitas cheerleading di DKI Jakarta turut berpartisipasi dan menampilkan performa terbaik mereka dalam kompetisi yang berlangsung penuh semangat dan antusiasme, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (11/5/2026). Acara dibuka secara meriah melalui penampilan tarian daerah sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya Indonesia serta simbol semangat persatuan dalam keberagaman. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh perwakilan dari unsur pemerintah daerah, pendidikan, olahraga, serta jajaran organisasi terkait. Kejuaraan Daerah ini merupakan bagian dari program kerja ICA (Indonesian Cheer Association) Provinsi DKI Jakarta sebagai bentuk komitmen dalam mendukung perkembangan dan pembinaan olahraga cheerleading di tingkat daerah. Kegiatan ini dipimpin oleh Ressa Rizky Mutiara Hadi selaku Ketua ICA DKI Jakarta, yang juga Dosen Institut Media Digital Emtek dan Maharani Prabandari Wibowo selaku Ketua Pelaksana acara. Also Read - Kampanyekan gaya hidup sehat lewat Jakarta Moves, Horison Group gelar fun walk “Sebagai mantan atlet cheerleading saya memahami perjuangan, latihan, dan semangat yang kalian lalui untuk bisa berdiri di arena hari ini. Melalui Kejurda ini, saya berharap seluruh atlet dapat bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas.“ ujar Ressa Sementara itu, Ketua KORMI DKI Jakarta Diana Dewi menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan olahraga cheerleading di Jakarta yang terus menunjukkan pertumbuhan positif, khususnya dalam pembinaan generasi muda yang aktif, disiplin, dan berprestasi. Melalui kompetisi ini, para atlet terbaik yang telah berkompetisi diharapkan dapat melanjutkan perjuangannya ke jenjang Kejuaraan Nasional dan membawa nama Jakarta untuk berprestasi di tingkat yang lebih tinggi. Kejuaraan Daerah Cheerleading DKI Jakarta diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang tidak hanya melahirkan atlet-atlet potensial, tetapi juga memperkuat ekosistem olahraga rekreasi dan prestasi di DKI Jakarta. Melalui semangat ELEVATE JAKARTA, acara ini menjadi simbol semangat generasi muda untuk terus bertumbuh, berprestasi, dan mengangkat nama Jakarta ke tingkat yang lebih tinggi. (Unay) Source : https://elshinta.com/kategori/11/aktual-olahraga/kejuaraan-daerah-cheerleding-dki-jakarta-2026-163420

May 10, 2026 - 16:05 Rapat anggota NOC Indonesia. (Bola.com/Dok.NOC Indonesia). Smallest Font Largest Font Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) resmi menambah jumlah anggotanya menjadi 74 cabang olahraga setelah menerima dua anggota baru dalam Rapat Anggota Tahunan 2026 di Jakarta, Sabtu (9-5-2026). Dilansir dari Bola, forum strategis yang dihadiri 72 perwakilan induk organisasi olahraga tersebut menyepakati bergabungnya Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI) dan Indonesian Cheer Association (ICA). Penerimaan kedua cabang olahraga baru ini dilakukan secara aklamasi dalam pertemuan yang berlangsung di Hotel Fairmont. Keputusan tersebut diambil seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga rekreasi dan prestasi, terutama Padel yang akan segera dipertandingkan pada ajang multievent internasional mendatang. Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, memberikan catatan khusus mengenai potensi besar cabang Padel bagi prestasi olahraga nasional di kancah Asia. Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan federasi internasional telah dijalin untuk memperkuat posisi Indonesia. "Di Rapat Anggota, kami telah menerima dua anggota baru, yaitu Indonesian Cheer Association dan juga PB Padel Indonesia atas persetujuan dari 72 anggota. Untuk padel, kami sudah lebih dulu menjalin komunikasi, termasuk saat pertemuan dengan federasi internasional di Lausanne bersama Presiden Padel dunia. Ini membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan, termasuk di tingkat Asia," ujar Raja Sapta Oktohari, Ketua NOC Indonesia. Selain penambahan anggota, rapat tersebut juga membahas peluang Jakarta menjadi tuan rumah World Combat Games 2027. Tawaran tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Alliance of Independent Recognised Members of Sport (AIMS), Stephan Fox, mengingat status ajang tersebut sebagai salah satu pintu kualifikasi menuju Olimpiade. "Yang menarik, jika Indonesia siap menjadi tuan rumah World Combat Games, maka proses kualifikasi Olimpiade dari beberapa nomor cabang olahraga bela diri akan dilaksanakan di Indonesia. Artinya, event ini tidak hanya sekadar kejuaraan, tetapi juga menjadi bagian dari jalur resmi menuju Olimpiade," jelas Raja Sapta Oktohari, Ketua NOC Indonesia. Okto memastikan pihaknya akan segera melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah untuk menyambut peluang besar ini. Penguatan posisi Indonesia dalam peta olahraga dunia menjadi target utama dari penjajakan tuan rumah kejuaraan bela diri internasional tersebut. "Ini peluang yang sangat besar. Kami berharap mendapat dukungan penuh dari seluruh stakeholder, karena ini bukan hanya tentang penyelenggaraan event, tetapi juga positioning Indonesia dalam peta olahraga dunia," imbuh Raja Sapta Oktohari, Ketua NOC Indonesia. Dalam kesempatan yang sama, para anggota rapat turut menyuarakan kendala pembiayaan yang sering menghambat perkembangan atlet. NOC Indonesia berkomitmen untuk bertindak sebagai penyambung lidah antara federasi olahraga dengan pemangku kebijakan terkait dukungan dana yang berkelanjutan. "Kami mendengarkan langsung berbagai masukan dan keluhan dari cabang olahraga, khususnya terkait pembiayaan. Prestasi tidak bisa instan, butuh proses panjang dan dukungan berkelanjutan. Karena itu, semua kepentingan harus diselaraskan dengan satu tujuan utama: mendorong prestasi olahraga Indonesia di panggung dunia," papar Raja Sapta Oktohari, Ketua NOC Indonesia. Sebagai langkah tindak lanjut, NOC Indonesia berencana mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Keuangan untuk membahas ruang anggaran bagi cabang olahraga. Dialog langsung diharapkan dapat membuahkan solusi nyata bagi pemenuhan kebutuhan anggaran operasional dan pembinaan atlet nasional. "Kami berharap ada keberpihakan yang lebih maksimal dalam pembiayaan. NOC Indonesia bersama 72 anggota dalam waktu dekat akan bersurat kepada Kementerian Keuangan untuk membuka ruang komunikasi langsung. Kami yakin, dengan duduk bersama, akan ada solusi konkret," imbuh Raja Sapta Oktohari, Ketua NOC Indonesia.

JAKARTA – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) sukses menggelar Rapat Anggota Tahunan di Ballroom Fairmont Jakarta. Agenda strategis ini menghasilkan sejumlah keputusan penting, mulai dari penambahan anggota baru hingga peluang besar Indonesia menjadi tuan rumah ajang olahraga dunia. Dalam rapat yang dihadiri oleh 72 anggota, disepakati secara aklamasi penerimaan dua cabang olahraga baru sebagai anggota resmi, yaitu Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI) dan Indonesian Cheer Association (ICA). Dengan demikian, per hari ini jumlah anggota NOC Indonesia bertambah menjadi 74 cabang olahraga. Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyampaikan bahwa bergabungnya dua cabang olahraga ini merupakan refleksi dari perkembangan olahraga nasional yang semakin dinamis. Tingginya animo masyarakat terhadap olahraga padel disebut menjadi salah satu faktor pendorong, selain padel akan dimainkan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. “Hari ini, di Rapat Anggota, kita telah menerima dua anggota baru yaitu Indonesian Cheer Association dan juga PB Padel Indonesia atas persetujuan dari 72 anggota. Untuk padel, kami sudah lebih dulu menjalin komunikasi, termasuk saat pertemuan dengan federasi internasional di Lausanne bersama Presiden Padel dunia. Ini membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan, termasuk di tingkat Asia,” ujar Okto, sapaan karib Raja Sapta Oktohari. Dalam kesempatan yang sama, NOC Indonesia juga menerima berbagai aspirasi dari cabang olahraga terkait penyelenggaraan event internasional di Tanah Air. Beberapa agenda terdekat yang disampaikan antara lain rencana kejuaraan angkat besi pada akhir tahun, serta Open Championship open water aquatic di Bali yang akan diikuti perenang dari berbagai negara. Namun, salah satu sorotan utama dalam Rapat Anggota kali ini adalah tawaran langsung dari Presiden Alliance of Independent Recognised Members of Sport (AIMS), Stephan Fox, kepada Indonesia, khususnya Jakarta, untuk menjadi tuan rumah World Combat Games 2027. Menurut Raja Sapta Oktohari, tawaran ini memiliki nilai strategis yang sangat besar bagi perkembangan olahraga nasional. ***

MerahPutih.com - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) resmi menerima dua anggota baru, yakni Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI) dan Indonesian Cheer Association (ICA). Dengan bergabungnya dua cabang olahraga tersebut, jumlah anggota NOC Indonesia kini bertambah menjadi 74 cabang olahraga. Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengatakan masuknya padel dan cheerleading menjadi gambaran perkembangan olahraga nasional yang semakin dinamis dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Okto, tingginya minat masyarakat terhadap olahraga padel menjadi salah satu alasan utama diterimanya PB PI sebagai anggota baru NOC Indonesia. Terlebih, padel juga akan dipertandingkan pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. “Ini membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan, termasuk di tingkat Asia,” ujar Okto di Jakarta, Sabtu (9/10). Lewat Dukungan Prabowo, NOC Optimistis Pencak Silat Selangkah Lagi Masuk Olimpiade Selain pengesahan anggota baru, NOC Indonesia juga menerima sejumlah aspirasi dari cabang olahraga terkait agenda event internasional yang akan digelar di Indonesia. Beberapa agenda yang disampaikan dalam Rapat Anggota antara lain kejuaraan angkat besi pada akhir tahun serta Open Championship open water aquatic di Bali yang akan diikuti atlet renang dari berbagai negara. Namun, perhatian utama dalam rapat kali ini tertuju pada tawaran dari Presiden Alliance of Independent Recognised Members of Sport (AIMS), Stephan Fox. Stephan Fox menawarkan Indonesia, khususnya Jakarta, untuk menjadi tuan rumah World Combat Games 2027. Ketum NOC dan Menpora Erick Thohir Ingatkan Persatuan dan Disiplin Anggaran Kunci Prestasi Olahraga Indonesia Raja Sapta Oktohari menilai tawaran tersebut memiliki nilai strategis besar bagi perkembangan olahraga nasional karena World Combat Games menjadi bagian penting dalam jalur menuju Olimpiade. “Artinya, event ini tidak hanya sekadar kejuaraan, tetapi juga menjadi bagian dari jalur resmi menuju Olimpiade,” jelas Okto. Ia menegaskan bahwa peluang tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui komunikasi intensif bersama berbagai stakeholder, termasuk pemerintah. Menurutnya, dukungan penuh dari seluruh pihak menjadi faktor penting apabila Indonesia serius ingin menjadi tuan rumah event olahraga dunia tersebut. “Ini peluang yang sangat besar. Kami berharap mendapat dukungan penuh dari seluruh stakeholder, karena ini bukan hanya tentang penyelenggaraan event, tetapi juga positioning Indonesia dalam peta olahraga dunia,” tegasnya. (Knu)

Published May 10, 2026 - 16:07 Last Update May 10, 2026 - 16:07 Rapat anggota NOC Indonesia. (Bola.com/Dok.NOC Indonesia). Smallest Font Largest Font Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) resmi menambah jumlah anggotanya menjadi 74 cabang olahraga setelah menerima dua organisasi baru dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2026 yang berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta, pada Sabtu (9/5/2026). Dua cabang olahraga yang diterima secara aklamasi oleh 72 anggota pemilik suara tersebut adalah Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI) dan Indonesian Cheer Association (ICA). Berdasarkan laporan dari Bola, penambahan ini mencerminkan dinamika olahraga nasional yang semakin berkembang pesat di kancah internasional. Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menjelaskan bahwa penerimaan Padel Indonesia didasari oleh potensi besar cabang tersebut. Olahraga padel dijadwalkan akan dipertandingkan pada ajang multievent bergengsi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mendatang. "Di Rapat Anggota, kami telah menerima dua anggota baru, yaitu Indonesian Cheer Association dan juga PB Padel Indonesia atas persetujuan dari 72 anggota," kata Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum NOC Indonesia. Selain penetapan anggota baru, RAT 2026 juga membahas tawaran strategis dari Presiden Alliance of Independent Recognised Members of Sport (AIMS), Stephan Fox. Jakarta secara resmi ditawarkan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Combat Games 2027. Status tuan rumah World Combat Games dinilai sangat krusial karena ajang tersebut menjadi salah satu jalur resmi kualifikasi untuk Olimpiade. Sejumlah nomor cabang olahraga bela diri akan memperebutkan tiket menuju pesta olahraga dunia tersebut melalui kompetisi ini. NOC Indonesia berencana menindaklanjuti tawaran internasional ini dengan menjalin koordinasi intensif bersama pemerintah. Raja Sapta Oktohari menegaskan bahwa dukungan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan guna memperkuat posisi Indonesia dalam peta olahraga global. Isu krusial lain yang dibahas dalam rapat tersebut adalah permohonan dukungan dana bagi para atlet dan federasi cabang olahraga. Kebutuhan anggaran yang berkelanjutan dianggap sebagai kunci utama dalam mencetak prestasi olahraga yang maksimal di level dunia. Sebagai langkah konkret, NOC Indonesia bersama seluruh anggotanya akan melayangkan surat resmi kepada Kementerian Keuangan dalam waktu dekat. Komunikasi ini bertujuan untuk mencari solusi atas kendala pembiayaan yang selama ini sering menghambat proses pembinaan prestasi atlet.

Rapat juga menjadi wadah bagi sejumlah cabor untuk menyampaikan aspirasi soal penyelenggaraan event internasional di Indonesia. Beberapa agenda yang mengemuka antara lain kejuaraan angkat besi pada akhir tahun dan Open Championship open water aquatic di Bali yang akan menyedot peserta dari berbagai penjuru dunia. Namun, satu tawaran besar langsung menyita perhatian seluruh peserta rapat. Presiden Alliance of Independent Recognised Members of Sport (AIMS), Stephan Fox, secara langsung menawarkan Jakarta sebagai tuan rumah World Combat Games 2027. Okto menyatakan tawaran itu bukan sekadar kehormatan biasa, melainkan membawa dampak strategis yang jauh lebih besar dari sekadar penyelenggaraan turnamen. Sebab, sejumlah nomor cabang olahraga bela diri yang masuk World Combat Games merupakan bagian dari jalur kualifikasi resmi menuju Olimpiade. "Yang menarik, jika Indonesia siap menjadi tuan rumah World Combat Games, maka proses kualifikasi Olimpiade dari beberapa nomor cabang olahraga bela diri akan dilaksanakan di Indonesia. Artinya, event ini tidak hanya sekadar kejuaraan, tetapi juga menjadi bagian dari jalur resmi menuju Olimpiade," jelas Okto.

Pada Rapat Anggota Tahunan 2026 ini, KOI juga menerima berbagai aspirasi dari cabang olahraga terkait penyelenggaraan event internasional di Tanah Air. Beberapa agenda terdekat yang disampaikan antara lain rencana kejuaraan angkat besi pada akhir tahun, serta Open Championship open water aquatic di Bali yang akan diikuti perenang dari berbagai negara. Namun, salah satu sorotan utama dalam Rapat Anggota kali ini adalah tawaran langsung dari Presiden Alliance of Independent Recognised Members of Sport (AIMS), Stephan Fox, kepada Indonesia, khususnya Jakarta, untuk menjadi tuan rumah World Combat Games 2027. Raja Sapta Oktohari menyambut baik tawaran ini karena dianggap memiliki nilai strategis yang sangat besar bagi perkembangan olahraga nasional. “Yang menarik, jika Indonesia siap menjadi tuan rumah World Combat Games, maka proses kualifikasi Olimpiade dari beberapa nomor cabang olahraga bela diri akan dilaksanakan di Indonesia. Artinya, event ini tidak hanya sekadar kejuaraan, tetapi juga menjadi bagian dari jalur resmi menuju Olimpiade,” jelas Okto.

May 10, 2026 - 17:22 Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari saat memberikan keterangan pers (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha). Smallest Font Largest Font Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) resmi menetapkan dua cabang olahraga baru sebagai anggota tetap dalam Rapat Anggota Tahunan yang diselenggarakan di Fairmont Jakarta pada Sabtu (9/5/2026). Penambahan ini mencakup Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI) dan Indonesian Cheer Association (ICA). Melalui kesepakatan aklamasi dari 72 anggota yang hadir, jumlah total anggota resmi di bawah naungan NOC Indonesia kini meningkat menjadi 74 cabang olahraga. Dilansir dari Suara, keputusan ini diambil berdasarkan dinamika perkembangan olahraga nasional yang semakin pesat. Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menjelaskan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap padel menjadi alasan utama penerimaan anggota baru tersebut. Terlebih, cabang olahraga padel dijadwalkan akan dipertandingkan pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mendatang. "Hari ini, di Rapat Anggota, kita telah menerima dua anggota baru yaitu Indonesian Cheer Association dan juga PB Padel Indonesia atas persetujuan dari 72 anggota," ujar Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia. Okto menambahkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi intensif dengan federasi padel internasional di Lausanne untuk membuka peluang Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan tingkat Asia. Selain peresmian anggota, rapat ini juga membahas agenda kejuaraan angkat besi akhir tahun dan Open Championship open water aquatic di Bali. Fokus utama rapat juga menyoroti tawaran Stephan Fox, Presiden Alliance of Independent Recognised Members of Sport (AIMS), agar Jakarta menjadi tuan rumah World Combat Games 2027. Tawaran ini dinilai strategis karena berkaitan langsung dengan proses kualifikasi Olimpiade untuk nomor bela diri tertentu. Raja Sapta Oktohari menegaskan akan segera menindaklanjuti peluang tersebut melalui koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Langkah ini bertujuan memperkuat posisi Indonesia dalam peta penyelenggaraan ajang olahraga internasional di masa depan.

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) secara resmi mengukuhkan dua cabang olahraga baru, yakni Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI) dan Indonesian Cheer Association (ICA), ke dalam keluarga besar keolahragaan nasional. Keputusan strategis ini diambil melalui Rapat Anggota Tahunan yang berlangsung khidmat di Ballroom Fairmont, Jakarta, pada Sabtu malam (9/5/2026). Kehadiran 72 anggota dalam rapat tersebut memberikan legitimasi penuh melalui proses aklamasi, yang sekaligus menggenapkan jumlah total cabang olahraga di bawah naungan NOC Indonesia menjadi 74 entitas. Penetapan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah langkah taktis dalam merespons dinamika perkembangan olahraga global yang menuntut adaptasi cepat. Dengan bergabungnya PB Padel Indonesia dan ICA, peta kekuatan dan variasi cabang olahraga di Indonesia dipastikan akan semakin berwarna, selaras dengan visi besar pemerintah dalam menciptakan ekosistem olahraga yang inklusif dan berprestasi di kancah internasional. Olahraga padel, yang merupakan perpaduan antara tenis dan squash, telah menunjukkan pertumbuhan yang sangat eksponensial dalam beberapa tahun terakhir. Di Indonesia, antusiasme masyarakat terhadap olahraga ini berkembang pesat, ditandai dengan menjamurnya fasilitas lapangan padel di kota-kota besar. Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa masuknya PB Padel Indonesia adalah respons logis terhadap animo publik sekaligus kesiapan Indonesia dalam menghadapi tantangan di level multievent. Salah satu alasan fundamental di balik akselerasi ini adalah masuknya cabang olahraga padel sebagai nomor yang akan dipertandingkan pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Okto, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan federasi padel internasional, termasuk diskusi strategis saat pertemuan di Lausanne, Swiss, bersama Presiden Padel Dunia. Langkah ini membuka pintu lebar bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan padel berskala Asia. Dengan status resmi sebagai anggota NOC Indonesia, PB PI kini memiliki akses lebih luas untuk melakukan pembinaan atlet, standardisasi pelatihan, serta pengiriman delegasi ke turnamen-turnamen internasional yang diakui secara resmi. Di sisi lain, diterimanya Indonesian Cheer Association (ICA) sebagai anggota baru juga membawa angin segar bagi dunia olahraga tanah air. Selama ini, cheerleading atau pemandu sorak sering kali dianggap sebagai kegiatan pendukung atau ekstrakurikuler belaka. Namun, dengan pengakuan ini, ICA kini berdiri sejajar dengan cabang olahraga prestasi lainnya. ICA memiliki tantangan sekaligus peluang besar untuk membawa cheerleading ke level kompetisi profesional yang lebih serius. Sebagai bagian dari keluarga besar NOC Indonesia, ICA dituntut untuk mengembangkan sistem pembinaan yang lebih terstruktur, mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Langkah ini diharapkan mampu mengangkat derajat cheerleading sebagai cabang olahraga yang mengedepankan atletisisme, sinkronisasi, dan kekuatan fisik, sekaligus mengubah persepsi publik tentang esensi dari olahraga itu sendiri. Penambahan dua anggota baru ini memberikan dampak multidimensi bagi ekosistem olahraga Indonesia. Secara manajerial, ini adalah bentuk peremajaan struktur organisasi olahraga yang lebih adaptif. Dalam rapat anggota tahunan tersebut, poin penting yang disepakati bukan hanya soal penambahan anggota, tetapi juga mengenai penyelarasan anggaran. NOC Indonesia saat ini tengah menggalakkan visi "Prestasi Dunia" yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini mencakup efisiensi pembiayaan cabang olahraga agar lebih fokus pada pelatnas jangka panjang. Masuknya padel dan cheerleading menuntut NOC untuk lebih cermat dalam memetakan potensi medali di masa depan. Cabang olahraga yang baru bergabung ini harus membuktikan diri melalui capaian prestasi nyata di ajang multievent seperti Asian Games atau bahkan kejuaraan dunia lainnya. Selain itu, sinergi dengan pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjadi kunci. Raja Sapta Oktohari telah menekankan pentingnya komunikasi yang cair antara NOC, Kemenpora, dan induk organisasi cabang olahraga (PB/PP) untuk memastikan bahwa setiap sen anggaran yang dikeluarkan berdampak langsung pada kualitas atlet. Dalam rangkaian rapat yang sama, muncul wacana menarik mengenai peluang Indonesia menjadi tuan rumah World Combat Games 2027. Jika ini terwujud, maka Indonesia akan semakin mempertegas posisinya sebagai destinasi utama penyelenggaraan ajang olahraga dunia. Keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah berbagai event olahraga internasional selama beberapa tahun terakhir, seperti yang terlihat pada kesiapan tim di Asian Beach Games 2026, menjadi modal kepercayaan dunia internasional. Keberadaan 74 cabang olahraga di bawah naungan NOC Indonesia saat ini menciptakan tantangan bagi pengurus untuk menjaga harmoni dan fokus. Dengan semakin banyaknya anggota, kompleksitas koordinasi pun meningkat. Namun, di saat yang sama, ini juga memperluas "lumbung" potensi atlet yang bisa digali. Pencak Silat, yang kini tengah didorong oleh Raja Sapta Oktohari untuk bisa masuk ke Olimpiade, adalah contoh nyata bagaimana sebuah cabang olahraga lokal bisa diangkat ke level global melalui kerja keras dan diplomasi olahraga yang tepat. Hal yang sama diharapkan terjadi pada padel dan cheerleading. NOC Indonesia di bawah kepemimpinan Raja Sapta Oktohari memang dikenal sangat aktif dalam melakukan diplomasi di tingkat internasional. Kehadirannya di berbagai pertemuan federasi internasional menjadi bukti bahwa Indonesia ingin menjadi pemain kunci dalam pengambilan kebijakan olahraga global, bukan sekadar partisipan. Bergabungnya dua anggota baru ini menjadi simbol bahwa Indonesia tidak menutup mata terhadap tren olahraga global yang sedang berkembang. Padahal, beberapa tahun lalu, padel mungkin belum menjadi pembicaraan hangat di lingkungan birokrasi olahraga nasional. Kini, dengan masuknya ke dalam struktur NOC, padel mendapatkan kepastian legalitas dan dukungan sistemik. Bagi para atlet, kehadiran federasi yang diakui NOC memberikan kepastian karier. Mereka kini memiliki jalur yang jelas untuk meniti karier sebagai atlet profesional, mulai dari kejuaraan nasional, kualifikasi regional, hingga ajang multievent internasional. Dukungan dari sisi safeguarding (perlindungan atlet) yang juga sedang digalakkan oleh NOC Indonesia melalui Task Force khusus, akan menjadi jaring pengaman bagi para atlet dari berbagai cabor, termasuk pendatang baru. Penetapan PB Padel Indonesia dan ICA sebagai anggota baru adalah sebuah tonggak sejarah baru dalam perjalanan NOC Indonesia. Ini bukan sekadar penambahan angka, melainkan simbol adaptasi, inklusivitas, dan ambisi untuk terus maju. Dengan 74 cabang olahraga yang kini terintegrasi, tugas berat menanti NOC Indonesia untuk memastikan setiap cabor mendapatkan porsi perhatian, pembinaan, dan dukungan anggaran yang proporsional. Tahun 2026 menjadi tahun yang krusial. Dengan berlangsungnya Asian Beach Games dan persiapan menuju ajang-ajang besar lainnya, Indonesia sedang berada dalam fase krusial untuk membuktikan diri. Visi "Prestasi Dunia" yang dicanangkan harus diwujudkan melalui kerja kolektif, transparansi tata kelola, dan semangat juang yang tinggi dari para atlet. Padel dan cheerleading kini telah resmi menjadi bagian dari perjuangan bangsa di atas arena. Harapannya, mereka mampu memberikan kontribusi positif, baik dari sisi prestasi medali maupun dari sisi peningkatan gaya hidup sehat masyarakat Indonesia melalui partisipasi aktif dalam olahraga. Sebagaimana yang disampaikan oleh para pemangku kebijakan, olahraga bukan sekadar kompetisi, melainkan cerminan dari martabat bangsa di mata dunia. Dan dengan penambahan kekuatan baru ini, Indonesia semakin mantap melangkah untuk menorehkan tinta emas dalam sejarah olahraga dunia di masa depan.

BolaSkor.com – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menetapkan secara aklamasi dua anggota baru, yakni Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI) dan Indonesian Cheer Association (ICA). Penetapan ini dilakukan melalui Rapat Anggota Tahunan NOC Indonesia di Ballroom Fairmont, Jakarta, Sabtu (9/5) malam WIB, yang dihadiri 72 anggota. Dengan demikian, per hari ini jumlah anggota NOC Indonesia bertambah menjadi 74 cabang olahraga. NOC Indonesia Suarakan Penyelarasan Anggaran Cabor demi Visi Prestasi Dunia Sederet Pemenang Penghargaan The Game Changer Award NOC Indonesia, Rizki Juniansyah hingga Almarhum Bob Hasan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, menyampaikan bahwa bergabungnya dua cabang olahraga ini merupakan refleksi dari perkembangan olahraga nasional yang semakin dinamis. Tingginya animo masyarakat terhadap olahraga padel disebut menjadi salah satu faktor pendorong, selain padel akan dimainkan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. “Hari ini, di Rapat Anggota, kita telah menerima dua anggota baru yaitu Indonesian Cheer Association dan juga PB Padel Indonesia atas persetujuan dari 72 anggota. Untuk padel, kami sudah lebih dulu menjalin komunikasi, termasuk saat pertemuan dengan federasi internasional di Lausanne bersama Presiden Padel dunia. Ini membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan, termasuk di tingkat Asia,” ujar Okto, sapaan karib Raja Sapta Oktohari. Tak hanya itu, NOC Indonesia juga menerima berbagai aspirasi dari cabang olahraga terkait penyelenggaraan event internasional di Tanah Air. Indonesia ditawarkan jadi tuan rumah World Combat Games 2027. Tawaran ini hadir langsung dari Presiden Alliance of Independent Recognised Members of Sport (AIMS), Stephan Fox. “Yang menarik, jika Indonesia siap menjadi tuan rumah World Combat Games, maka proses kualifikasi Olimpiade dari beberapa nomor cabang olahraga bela diri akan dilaksanakan di Indonesia. Artinya, event ini tidak hanya sekadar kejuaraan, tetapi juga menjadi bagian dari jalur resmi menuju Olimpiade,” jelas Okto. Okto menegaskan bahwa peluang ini akan segera ditindaklanjuti dengan komunikasi intensif bersama seluruh stakeholder, terutama pemerintah, guna memastikan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah. “Ini peluang yang sangat besar. Kami berharap mendapat dukungan penuh dari seluruh stakeholder, karena ini bukan hanya tentang penyelenggaraan event, tetapi juga positioning Indonesia dalam peta olahraga dunia,” tegasnya.

Shine Cup 2025 merupakan ajang kompetisi cheerleading resmi yang diselenggarakan oleh Indonesian Cheer Association (ICA) Surabaya. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pengembangan olahraga cheerleading, meningkatkan kualitas atlet, serta menumbuhkan nilai sportivitas, disiplin, dan kerja sama tim di kalangan peserta. Kompetisi ini akan dilaksanakan pada Minggu, 21 Desember 2025 bertempat di Gelanggang Remaja Surabaya, dengan mempertandingkan beberapa kategori, yaitu Group Stunt, Team Cheer, dan Basic Routine, yang disesuaikan dengan jenjang usia serta tingkat kemampuan peserta. Melalui pelaksanaan Shine Cup 2025, diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan yang berkelanjutan serta berkontribusi positif terhadap kemajuan olahraga cheerleading di tingkat regional maupun nasional.

1.200 Cheerleaders Meriahkan Kejurnas ke-15 Indonesian Cheer Association (ICA) Kab. Bandung, 28 Juni 2025 – Indonesian Cheer Association (ICA) kembali menyelenggarakan Kejuaraan Nasional Cheerleading bertajuk “ICA National Championship (ICA NC) 2025”. Ajang ini merupakan agenda tahunan ICA, di mana tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-15 sejak 2009. Bertempat di Hall Indoor Si Jalak Harupat, Kab. Bandung, ICA NC diselenggarakan selama 2 hari, yakni tanggal 27 – 28 Juni 2025. Diamant Yakhsyaa, Sekretaris Jenderal ICA yang juga merupakan ketua panitia melaporkan, sebanyak 1.200 cheerleaders yang terdiri dari 158 tim dan 7 provinsi berpartisipasi pada gelaran ICA NC tahun ini. Seluruh atlet dari provinsi DIY, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan berkompetisi dalam 30 divisi partner stunt, group stunt, team cheer, dan double performance cheer. Dewan juri yang bertugas sebanyak 12 orang merupakan juri ICA yang telah memiliki sertifikasi dari ICA dan International Cheer Union (ICU), organisasi cheerleading dunia. Kegiatan ini turut dihadiri Wakapolda Jawa Barat, Dandim 0624 Kab. Bandung, Kapolresta Bandung, Ketua KORMI Provinsi Jawa Barat, Kadispora Kab. Bandung, Wakil Ketua III KORMI Kab. Bandung, beberapa tokoh masyarakat Kab. Bandung, serta Ketua ICA Provinsi. Ketua Umum ICA, Dian Anggraini, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ICA NC bukan hanya sebuah ajang kompetisi, namun juga sarana silaturahmi bagi seluruh atlet cheerleading Indonesia sebagai sebuah keluarga besar. Dian Anggraini menyampaikan bahwa ICA saat ini juga dalam proses verifikasi menjadi anggota Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dengan harapan olahraga cheerleading di Indonesia semakin maju dan dapat turut serta pada Olimpiade mendatang. ICA NC 2025 ditutup dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah, di mana piala bergilir pada divisi team cheer berhasil diraih oleh Provinsi Jawa Barat sebanyak 4 piala, Provinsi Jawa Tengah sebanyak 4 piala, Provinsi Sumatera Selatan sebanyak 1 piala, dan Provinsi DKI Jakarta sebanyak 1 piala.

Redaksi9.com – Indonesia Cheer Association (ICA) dan International Cheer Union (ICU) kembali menggelar perlombaan cheerleading internasional terbesar di Indonesia. Bertempat di Amphitheater Discovery Mall, Bali menjadi tuan rumah acara olahraga internasional yang sudah diselenggarakan untuk ke 4 kalinya di Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan pada 14–15 September 2024 ini diikuti oleh lebih dari 1.000 atlet dari 9 negara: Indonesia, Malaysia, Jepang, RRT, Chinese Taipei, Thailand, Mongolia, Bosnia, dan Polandia. Diselenggarakan selama dua hari, kegiatan ini terbagi menjadi Asian Pacific Cheer Cup (APCC) pada 14 September dan ICU Asian Cheerleading Championship (ACC) pada 15 September. Divisi yang diperlombakan pada APCC adalah group stunt, partner stunt, performance cheer, dan team cheer, sedangkan untuk ICU ACC adalah performance cheer dan team cheer. Acara ini juga dihadiri oleh para tamu kehormatan dari berbagai instansi: Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno dalam sambutannya secara online pada pembukaan Sabtu (14/9), mengatakan bahwa perlombaan ini tidak hanya mempromosikan cheerleading sebagai cabang olahraga yang penuh semangat dan energi, tetapi juga sebagai ajang bagi para atlet untuk menampilkan keterampilan, kekuatan, dan kreativitas luar biasa mereka dalam performa tim. “Dengan partisipasi dari berbagai negara, acara ini diharapkan mempererat persahabatan antarnegara melalui semangat sportivitas dan kerja sama tim. Juga diharapkan menjadi daya tarik pariwisata bagi wisatawan lokal dan mancanegara untuk datang ke Bali,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua ICA, Dian Anggraini, menyampaikan bahwa selain perlombaan utama, kegiatan ini juga akan diisi dengan workshop penyuluhan cheerleading dan edukasi kesehatan. Lokasi acara yang berada di pinggir pantai Kuta juga bertujuan mempromosikan keindahan Bali sebagai destinasi pariwisata internasional. "Kami sangat antusias melihat banyaknya atlet dari berbagai negara yang berpartisipasi. Pertandingan ini tidak hanya menonjolkan skill cheerleading, tetapi juga menyatukan kebersamaan dan solidaritas antarnegara," kata Dian Anggraini. Dian juga menambahkan, asosiasi ini berdiri sejak 2007 dengan perwakilan di 14 provinsi dan memiliki lebih dari 3.000 atlet. Untuk wilayah Bali, Ketua ICA Bali adalah Patricia Bernadette. Sumber : Redaksi 9

Tim cheerleading "Crown All Star" asuhan Indonesian Cheerleading Association (ICA) melakukan gerakan akrobatik saat melakukan latihan di Lapangan Voli Alko, Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Jumat (18/4/2014). Tim cheerleader yang beranggotakan 5 orang ini tengah mempersiapkan diri menghadapi World Cup Cheerleading 2014 di Florida, Amerika Serikat untuk kategori All Female Group Stunt pada 24–25 April 2014. Crown All Star akan menjadi salah satu wakil Indonesia dalam ajang ICU World Cheerleading Championship, kejuaraan dunia bergengsi yang diikuti oleh negara-negara dari seluruh dunia, yang diselenggarakan oleh International Cheer Union (ICU) di Amerika Serikat. Kehadiran mereka membawa harapan besar untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Sumber : tribunnews.com